MELATIH BUKAN MENGAJAR
OLEH : MASTAKA, S.St.Pi
INSTRUKTUR BPPP BANYUWANGI.
Banyuwangi, 13 September 2016.
Dalam
dunia pendidikan sudah sangat biasa dengan istilah mengajar, mendidik
dan melatih. Karena ketiga istilah itulah yang sesungguhnya menjadi
tanggungjawab pengajar, pendidik, dan pelatih. Pendidikan formal dari
taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama sampai
menengah atas hanya dikenal istilah “guru”. Pada perguruan tinggi
disebut dosen. Sedangkan pada kegiatan pelatihan orang yang bertugas
memberiukan peningkatan keterampilan pada peserta yang dilatihnya
disebut dengan pelatih.
Pendidikan
formal menitik beratkan pada istilah pengajaran dan pendidikan
sedangkan istilah pelatihan ada pada bidang kepelatihan, yaitu
pendidikan yang bersifat sangat singkat untuk meningkatkan keterampilan
peserta yang dilatih. Oleh karena itu istilah melatih (pelatihan) bukan
tanggungjawab utama seorang guru di sekolah formal, walaupun demikian
memang tetap masih ada unsur melatihnya tetapi tidak menjadi tujuan
utama.
Untuk
lebih mengetahui perbedaan antara mengajar, mendidik dan melatih dapat
dijelaskan sebagai berikut. Kegiatan mengajar adalah suatu usaha untuk
merubah perilaku (pengetahuan, keterampilan, sikap) peserta yang dididik
lebih khusus pada peningkatan pengetahuan (kognitif). Sebagai gambaran
yang sederhana adalah peserta didik yang semula tidak tahu menjadi tahu
setelah mereka mengikuti kegiatan pembelajaran dari guru. Perilaku yang
ada pada manusia dikelompokkan dalam tiga kategori yaitu pengetahuan
(kognitif), keterampilan (psikomotor), dan sikap (attitude).
Dalam
bidang kediklatan (pendidikan dan pelatihan) yang dilaksanakan oleh
lembaga-lembaga pelatihan baik yang diselenggarakan oleh pemerintah
ataupun yang diselenggarakan oleh non pemerintah (pihak swasta) tujuan
utamanya bukan lagi meningkatkan pengetahuan tetapi lebih khusus pada
peningkatan keterampilan seseorang. Dari semula tidak bisa mengerjakan
setelah dilatih atau mengikuti kegiatan pelatihan orang menjadi terampil
menjadi bisa mengerjakan sesuatu yang dipelajarinya.
Balai
Pendidikan dan Pelatihan Perikanan di bawah Badan Pengembangan
Sumberdaya Manusia dan Pemeberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan
Kemeterian Kelautan dan Perikanan bertugas untuk melatih masyarakat
kelautan dan perikanan. Dengan dengan demikian setiap gerak langkah yang
dikerjakannya adalah meningkatkan keterampilan serta sikap para peserta
pelatihan.
Para
Instruktur dan Widyaiswara bukan seorang hanya sebagai pengajar tetapi
sesunggunhya adalah seorang pelatih yang memiliki tugas untuk merubah
perilaku masyarakat kelautan dan perikanan yang mengikuti kegiatan
pelatihan dalam hal keterampilannya (skill/psikomotor).

Berdasarkan
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aaparatur Negara Nomor :
36/KEP/M.PAN/3/2003 dapat dilihat perbedaan yang sangat jelas antara
mengajar dan melatih sebagai berikut :
Mengajar
adalah suatu proses interaksi edukatif antara peserta, instruktur dan
lingkungan dengan metoda pengajaran tertentu yang pelaksanaannya lebih
mengutamakan toeri daripada praktek serta diarahkan pada upaya
pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
Sedangkan
melatih adalah keseluruhan kegiatan untuk memberikan, memperoleh,
meningkatkan, serta mengembangkan ketremapilan, produktivitas, disiplin,
sikap kerja, dan etos kerja pada tingkat keterampilan tertentu
berdasarkan persyaratan jabatan dengan metoda pelatihan tertentu yang
pelaksanaannya lebih mengutamakan praktek daripada teori.
Jadi
sudah sangat jelas bahwa tugas dan tanggungjawab sebagai pelatih adalah
meningkatkan (merubah) keterampilan seseorang yang semua tidak mampu
berbuat sesuatu setelah dilatih dalam waktu dan kurikulum tertentu
akhirnya bisa melakukan sesuatu dengan sangat baik yang biasa disebut
dengan istilah terampil. Kegiatan atau interaksi antara peserta
pelatihan dengan pelatih biasanya disebut dengan proses berlatih-melatih
bukan belajar-mengajar.
Dengan
demikian untuk mengetahui keberhasilan proses berlatih-melatih atau
dengan kata lain untuk mengetahui efektivitas proses berlatih-melatih
dapat dilihat dari pencapaian tujuan khususnya. Jika di akhir proses
berlatih-melatih peserta masih tidak mampu melakukan sesuatu ketermpilan
yang telah dilatihkan maka artinya proses berlatih-melatih tidak
berhasil atau gagal.
Agar
kegiatan yang dilakukan pelatih tidak mengalami kegagalan maka sebelum
melakukan proses berlatih-melatih harus mempersiapkan segala sesuatunya
untuk kelancaran proses berlatih-melatih seperti ; menentukan tujuan
khusus pelatihan, bahan pelatihan (media) teknik dan cara melatih
(metoda), serta bahan-bahan yang dibutuhkan pada saat kegiatan praktek.
Jika
semuanya telah disiapkan jauh hari sebelum pelaksanaan pelatihan dan
pelatih telah menguasai apa yang akan dilatihkannya itu sudah merupakan
keberhasilan awal. Sehingga pada saat pelaksanaan tidak mengalami
kendala yang berarti. Dapat pula dipastikan setelah selesai berlatih
peserta akan berubah khususnya dalam hal keterampilannnya. Dari yang
semula tidak bisa apa-apa setelah dilatih dapat melakukan apa yang telah
dipelajarinya.
Selamat Melatih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar