Sabtu, 05 November 2016

melatih bukan mengajar

MELATIH BUKAN MENGAJAR

Ditulis oleh Mastaka, S.St.Pi on


OLEH : MASTAKA, S.St.Pi
INSTRUKTUR BPPP BANYUWANGI.
Banyuwangi, 13 September 2016.

Dalam dunia pendidikan sudah sangat biasa dengan istilah mengajar, mendidik dan melatih. Karena ketiga istilah itulah yang sesungguhnya menjadi tanggungjawab pengajar, pendidik, dan pelatih. Pendidikan formal dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama sampai menengah atas hanya dikenal istilah “guru”. Pada perguruan tinggi disebut dosen. Sedangkan pada kegiatan pelatihan orang yang bertugas memberiukan peningkatan keterampilan pada peserta yang dilatihnya disebut dengan pelatih.
Pendidikan formal menitik beratkan pada istilah pengajaran dan pendidikan sedangkan istilah pelatihan ada pada bidang kepelatihan, yaitu pendidikan yang bersifat sangat singkat untuk meningkatkan keterampilan peserta yang dilatih. Oleh karena itu istilah melatih (pelatihan) bukan tanggungjawab utama seorang guru di sekolah formal, walaupun demikian memang tetap masih ada unsur melatihnya tetapi tidak menjadi tujuan utama.
Untuk lebih mengetahui perbedaan antara mengajar, mendidik dan melatih dapat dijelaskan sebagai berikut. Kegiatan mengajar adalah suatu usaha untuk merubah perilaku (pengetahuan, keterampilan, sikap) peserta yang dididik lebih khusus pada peningkatan pengetahuan (kognitif). Sebagai gambaran yang sederhana adalah peserta didik yang semula tidak tahu menjadi tahu setelah mereka mengikuti kegiatan pembelajaran dari guru. Perilaku yang ada pada manusia dikelompokkan dalam tiga kategori yaitu pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor), dan sikap (attitude).
Dalam bidang kediklatan (pendidikan dan pelatihan) yang dilaksanakan oleh lembaga-lembaga pelatihan baik yang diselenggarakan oleh pemerintah ataupun yang diselenggarakan oleh non pemerintah (pihak swasta) tujuan utamanya bukan lagi meningkatkan pengetahuan tetapi lebih khusus pada peningkatan keterampilan seseorang. Dari semula tidak bisa mengerjakan setelah dilatih atau mengikuti kegiatan pelatihan orang menjadi terampil menjadi bisa mengerjakan sesuatu yang dipelajarinya.
Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan di bawah Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia dan Pemeberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan Kemeterian Kelautan dan Perikanan bertugas untuk melatih masyarakat kelautan dan perikanan. Dengan dengan demikian setiap gerak langkah yang dikerjakannya adalah meningkatkan keterampilan serta sikap para peserta pelatihan.
Para Instruktur dan Widyaiswara bukan seorang hanya sebagai pengajar tetapi sesunggunhya adalah seorang pelatih yang memiliki tugas untuk merubah perilaku masyarakat kelautan dan perikanan yang mengikuti kegiatan pelatihan dalam hal keterampilannya (skill/psikomotor).
1

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aaparatur Negara Nomor : 36/KEP/M.PAN/3/2003 dapat dilihat perbedaan yang sangat jelas antara mengajar dan melatih sebagai berikut :
Mengajar adalah suatu proses interaksi edukatif antara peserta, instruktur dan lingkungan dengan metoda pengajaran tertentu yang pelaksanaannya lebih mengutamakan toeri daripada praktek serta diarahkan pada upaya pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
Sedangkan melatih adalah keseluruhan kegiatan untuk memberikan, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan ketremapilan, produktivitas, disiplin, sikap kerja, dan etos kerja pada tingkat keterampilan tertentu berdasarkan persyaratan jabatan dengan metoda pelatihan tertentu yang pelaksanaannya lebih mengutamakan praktek daripada teori.
Jadi sudah sangat jelas bahwa tugas dan tanggungjawab sebagai pelatih adalah meningkatkan (merubah) keterampilan seseorang yang semua tidak mampu berbuat sesuatu setelah dilatih dalam waktu dan kurikulum tertentu akhirnya bisa melakukan sesuatu dengan sangat baik yang biasa disebut dengan istilah terampil. Kegiatan atau interaksi antara peserta pelatihan dengan pelatih biasanya disebut dengan proses berlatih-melatih bukan belajar-mengajar.
Dengan demikian untuk mengetahui keberhasilan proses berlatih-melatih atau dengan kata lain untuk mengetahui efektivitas proses berlatih-melatih dapat dilihat dari pencapaian tujuan khususnya. Jika di akhir proses berlatih-melatih peserta masih tidak mampu melakukan sesuatu ketermpilan yang telah dilatihkan maka artinya proses berlatih-melatih tidak berhasil atau gagal.
Agar kegiatan yang dilakukan pelatih tidak mengalami kegagalan maka sebelum melakukan proses berlatih-melatih harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk kelancaran proses berlatih-melatih seperti ; menentukan tujuan khusus pelatihan, bahan pelatihan (media) teknik dan cara melatih (metoda), serta bahan-bahan yang dibutuhkan pada saat kegiatan praktek.
Jika semuanya telah disiapkan jauh hari sebelum pelaksanaan pelatihan dan pelatih telah menguasai apa yang akan dilatihkannya itu sudah merupakan keberhasilan awal. Sehingga pada saat pelaksanaan tidak mengalami kendala yang berarti. Dapat pula dipastikan setelah selesai berlatih peserta akan berubah khususnya dalam hal keterampilannnya. Dari yang semula tidak bisa apa-apa setelah dilatih dapat melakukan apa yang telah dipelajarinya.
Selamat Melatih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar